FluentFiction - Indonesian

Budget-Friendly Bonds: Adi's First College Shopping Adventure

FluentFiction - Indonesian

16m 34sFebruary 2, 2026
Checking access...

Loading audio...

Budget-Friendly Bonds: Adi's First College Shopping Adventure

1x
0:000:00

Sign in for Premium Access

Sign in to access ad-free premium audio for this episode with a FluentFiction Plus subscription.

View Mode:
  • Di sebuah asrama kampus yang ramai, Adi duduk di sudut ruangan umum, menatap daftar belanja sekolah di tangannya.

    In a bustling campus dormitory, Adi sat in the corner of the common room, staring at a school shopping list in his hand.

  • Ruangan itu penuh dengan suara obrolan dan aroma kopi, tempat para mahasiswa berkumpul menyusun rencana dan bertukar cerita.

    The room was filled with the sound of conversation and the aroma of coffee, a place where students gathered to make plans and exchange stories.

  • Adi baru beberapa hari di sini, dan dia sangat ingin cocok dengan teman baru.

    Adi had only been here for a few days, and he was very eager to fit in with his new friends.

  • Hari ini, Rina dan Eka mengajaknya pergi belanja keperluan sekolah.

    Today, Rina and Eka invited him to go shopping for school supplies.

  • Saat matahari musim panas bersinar cerah di langit selatan, Adi siap berangkat bersama Rina dan Eka.

    As the summer sun shone brightly in the southern sky, Adi was ready to leave with Rina and Eka.

  • Dia merasa gugup tapi juga bersemangat.

    He felt nervous but also excited.

  • Adi ingin membuat kesan yang baik, namun anggaran belanjanya terbatas.

    Adi wanted to make a good impression, but his shopping budget was limited.

  • Di toko alat tulis, warna-warni barang menarik perhatian mereka.

    In the stationery store, the colorful items caught their attention.

  • "Lihat ini!

    "Look at this!"

  • " seru Rina, menunjukkan sebuah pulpen berkilauan.

    exclaimed Rina, showing a glittering pen.

  • "Keren, kan?

    "Cool, right?"

  • " Adi setuju, dalam hati agak cemas memikirkan harga.

    Adi agreed, somewhat anxious inside about the price.

  • Kemudian, Eka menyoroti ransel modis dengan banyak kompartemen.

    Then, Eka pointed out a stylish backpack with many compartments.

  • Adi mencoba tetap tersenyum, menekan dorongan untuk mengikuti gaya mereka.

    Adi tried to keep smiling, suppressing the urge to follow their style.

  • Di lorong lainnya, mata Adi tertuju pada sebuah binder edisi terbatas.

    In another aisle, Adi's eyes were drawn to a limited edition binder.

  • Warna biru tua dengan desain elegan tampak sempurna untuk kelas-kelasnya.

    Its dark blue color with an elegant design looked perfect for his classes.

  • Namun, harganya jauh melebihi anggarannya.

    However, the price was far beyond his budget.

  • Di dalam benaknya berkecamuk keputusan sulit: memilih benda mahal ini atau lebih memilih yang praktis.

    A difficult decision raged in his mind: to choose this expensive item or opt for something more practical.

  • Setelah berpikir sejenak, Adi menghela napas dan menuruni lorong.

    After thinking for a moment, Adi sighed and walked down the aisle.

  • Dia mengambil sebuah buku catatan sederhana tapi fungsional.

    He picked up a simple but functional notebook.

  • "Aku kira ini cukup untukku," katanya dengan senyum ringan.

    "I think this will do for me," he said with a light smile.

  • Rina dan Eka mengamati, lalu tertawa hangat.

    Rina and Eka observed, then laughed warmly.

  • "Bagus," kata Eka.

    "Good," Eka said.

  • "Aku suka cara kamu mengatur prioritas.

    "I like the way you prioritize."

  • " Dengan pilihan itu, Adi merasakan kelegaan.

    With that choice, Adi felt a sense of relief.

  • Dia mengajak mereka ke kafe murah di dekat toko.

    He invited them to a cheap café near the store.

  • "Aku tahu tempat bagus untuk minum-minum setelah belanja.

    "I know a good place to hang out after shopping."

  • " Di kafe, mereka bercanda dan berbagi cerita, minuman dingin menemani tawa yang renyah.

    At the café, they joked and shared stories, cold drinks accompanying their hearty laughter.

  • Adi menyadari bahwa persahabatan sejati tidak butuh pengeluaran besar.

    Adi realized that true friendship didn't require large expenses.

  • Keputusan bijaknya justru membuat Rina dan Eka lebih menghargainya.

    His wise decision actually made Rina and Eka appreciate him more.

  • Kala senja mulai turun, Adi merasa lebih percaya diri dalam lingkungannya yang baru.

    As dusk began to fall, Adi felt more confident in his new environment.

  • Dia belajar bahwa menjadi diri sendiri dan praktis jauh lebih berarti.

    He learned that being oneself and practical meant much more.

  • Asrama kembali menyambut mereka dengan keramaian yang hangat, siap memulai semester baru dengan tekad dan tawa persahabatan.

    The dormitory welcomed them back with warm bustle, ready to start the new semester with determination and the laughter of friendship.